Dari Tanah Yang Basah

aku pungut tanah basah, selepas hujan, lumpur pengetahuan,

bebauan yang diperam dieram waktu, ingatan terulang

berulang

 

dari tanah yang basah, mungkin akan kau bayangkan likat

liat, atau gembur subur, dari tanah merah menggeliat cacing

memanggilmu guru

 

di undak-undakan waktu, di usia yang telah sampai pada

maqamnya, siapa yang bertanya pada dirinya sendiri: siapa

aku?

 

apa yang dipikir dirasa ditimbang timang, ditimang-timang:

mungkin ragu mungkin sesuatu yang tak niscaya,

mengembara dari mata

 

ada yang berteriak di saat hujan: jangan bermain kran, nanti

mengucur kata menderas membanjir meluap kemana-mana,

menghanyutkan mimpimu!

 

aku pungut kata, dari tanah basah, hujan yang menderas, di

dalam pikiranku kata menderas, menghanyutkan

pikiran-pikiran banal binal

 

dari tanah yang basah, selepas hujan, masihkah ada kata?

meluncur ingatan pada lumpur yang merendam mimpi-mimpi.

 

sebagai sebuah tanya: berapa harga yang harus dibayar, untuk sebuah kuasa,

kekuasaan yang fana, teramat fana.

Bookmark and Share

Article written by

Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973. Buku puisinya: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), dan Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publishing, 2002), Cinta, Rindu dan Orang-orang Yang Menyimpan Api dalam Kepalanya (UB Press, 2010), BIAR! (Indie Book Corner, 2011), Yang Merindu Yang Mencinta (Nulisbuku, 2012), Derai Hujan Tak Lerai (Nulisbuku, 2012), Kenangan Yang Memburu (Nulisbuku, 2012) Sedangkan antologi puisi bersama rekan-rekan penyair, antara lain: Cermin Retak(Ego, 1993), Tanda (Ego- Indikator, 1995), Kebangkitan Nusantara I (HP3N, 1994), Kebangkitan Nusantara II (HP3N, 1995), Bangkit (HP3N, 1996), Getar (HP3N, 1995 ), Batu Beramal II (HP3N, 1995),Sempalan (FPSM, 1994), Pelataran (FPSM, 1995), Interupsi (1994), Antologi Puisi Indonesia (Angkasa-KSI, 1997), Resonansi Indonesia (KSI, 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa-YMS, 2001), Ini Sirkus Senyum (Komunitas Bumi Manusia, 2002), Hijau Kelon & Puisi 2002 (Penerbit Buku Kompas, 2002). Saat ini mengelola portal seni budaya sastra: fordisastra.com, cybersastra.org dan jendelabudaya.com Email: nanangsuryadi@yahoo.com Situs: http://nanangsuryadi.web.id http://puisi.lecture.ub.ac.id http://nanangsuryadi.com http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply