Untuk Arya Mada Hastasurya

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:21 am

1.

di matamu kanak, aku berenang menelusuri riwayat leluhur: raden wijaya. tribuwana tungga dewiarya damar dan gajah mada. brawijaya.

2.

di balik jendela kan kau temukan dunia. beraneka

(3)

8 matahari berputar. dunia berputar. hidup berputar. bersabarlah. beranilah. menghadapi hidup. yang mungkin tak ramah. telengas. kepadamu. bersabarlah. berbahagialah. dengan cinta. dengan kasih sayang. seperti kutemu di bening matamu. anakku.

apa yang harus aku kabarkan padamu?

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:20 am

apa yang harus aku kabarkan padamu? mungkin tentang lumpur yang melumur di genting dan tembok rumah kami. atau bau gas yang menyengat. dan setiap saat akan meledak dalam rasa khawatir kami. bolehlah kami meminta harga atas sejengkal dua jengkal harapan yang ditanggalkan. semeter dua meter dari tanah yang kau minta untuk menegakkan suarmu. karena engkau hanya dapat menatap kasihan. sedang kenangan? tinggal rumah-rumah kosong yang ditinggalkan. sebagai sepi. menunggu apa yang akan terjadi. mungkin nyeri. mungkin nisbi. mungkin mimpi.

Di Reruntuhan Kraton

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:19 am

buat: qizink la aziva

di reruntuhan keraton, siapa yang menatah bebatuan, selain jejemari yang tak habis-habis mendaraskan kenangan pada nisan makam-makam yang ramai. dan ratu yang kau tunggu di mana ia, saat engkau demikian lelah. kemana ratu. kemana pangeran. kemana sultan. hanya angin dari karangantu yang sibuk menggerutu. memukul gedung-gedung. memukul lampu-lampu. sepanjang pantai, yang bukan milikmu lagi. bukan milikmu lagi. siapa yang mengeja sajak di situ, dalam sayat parau debus. dalam magrib yang kehilangan ngajinya. dalam keramaian mall mall dan macet jalan raya sepanjang serang-cilegon-anyer-carita di hari liburan tiba.

dan engkau masih menunggu? ratu dari reruntuhan keraton itu.

malang, 16 Juni 2010

Rumah Rumah di Atas Gunung

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:18 am

buat; onoy dan njibs

rumah rumah di atas gunung rumah rumah yang dihuni kata kata rumah rumah yang menyapa kabut menyapa angin menyapa sengat matahari menyapa sepimu mungkin juga sepiku sebagai sebuah sajak yang membayangkan dirinya dieja dalam rindu yang menyeru dalam cinta yang menyala dalam kenang yang berdentang dalam seru yang melagu dalam harap yang kerap dalam doa yang terbuka terima sapa
Ku

malang, 16 juni 2010

lalu engkau menyusun kata khianat

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:17 am

lalu engkau menyusun kata dalam kalimat debat yang hebat pat gulipat tipu muslihat dalam rapat rapat menjerat rakyat menjerat taklimat hingga hanya engkau yang dialamat. ah, engkau siapa tak tahu tipu muslihat menjerat minat? mata hakikat memandangmu demikian lekat. tak kau dengarkah walau lamat ada yang menyeru: tamat. skak mat!

malang, 16 juni 2010

Menjelang 11 Agustus

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:12 am

1.

setiap detik yang disyukuri
setiap langkah yang melimpah hikmah
setiap bahagia yang dipinta

dengan doa dan usaha

titik usia hanya tanda
berapa tapak menuju
rumah cintaNYA

2.
sayangku, cintaku
lebur cintaku cintamu di dalam
cintaNYA yang bertahta dalam jiwa

3.
semoga engkau tetap bahagia
menatap bening mata kanak-kanak kita

4.
semoga kita dapat bersyukur senantiasa
atas segala karunia

Malang, 10 Agustus 2010

Yang Berdetik adalah Waktu

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:10 am

:mahmud fauzi thahir

yang berdetik adalah waktu, yang menitik adalah airmata, di titik puncak penyerahan, dirimu. wahai jiwa yang merdeka, wahai jiwa yang mengetahui arah tuju, wahai engkau yang memakna waktu demi waktu dengan hikmah pengetahuan, akan diri sejati, memakna hidup yang asasi. karena engkau adalah jiwa yang merdeka. manusia yang merdeka!

di batas ruang aku tulis sesak kalimat

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:09 am

di batas ruang aku tulis sesak kalimat karena puisiku menjelma air yang terus mengucur mengalir hingga sesak kata sirna di isaknya, karena?

hanya kata yang terpilih dimakamkan di sini, di tanah yang tak mungkin kau kenali, seperti jejak itu menggurat 140 huruf terakhir

demikian gaduh. bicara sendiri. di ruang demikian pengap. kau memuja diri sendiri.

dan aku mulai belajar sesuatu yang baru. sesuatu yang asing. dan ragu

seperti adam yang menerka. dan memberi nama. sesuatu yang belum diajarkan. aku beri tanda

pada jalan setapak ini. aku meracau sendiri. menggurat huruf. menanda adaku. melintasi waktu

Kesedihan yang Menyapa. Mu

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:01 am

telah kuserahkan segala. kepadaMu. aku berserah. aku pasrah. pada kehendakMu semata. jadi. maka jadilah. kehendakMu.?

aku adalah air. dengan api yang sangat, aku mendidih.

aku menari. kesedihan yang menari. aku adalah kesedihan. menyapa Engkau. dengan tarian. kesedihan yang menyapa. Mu

yang menunggu adakah dirimu

By nanangsuryadi, 03/09/2010 7:00 am

yang menunggu adakah dirimu. menunggu waktu untuk kembali ke surga yang kau tinggalkan. dahulu

yang menari adakah dirimu. dengan cericit di atap atap. di sawah penuh bulir padi. disiram cahaya matahari pagi.

yang tersenyum di waktu subuh adakah embunmu. menunggu matahari. atau hujan di pagi hari?

yang mengembun di waktu subuh adakah airmatamu? menunggu matahari pamerkan kilau. dan menciumnya hingga tiada

Panorama Theme by Themocracy