Syair Orang Gila

siang demikian terik sayang, orang-orang melempar api ke udara, panas matahari demikian menggila, orang-orang gila bermain bola api, panas!

tak ada api jika tak ada asap! ujar satu orang gila. duluan mana asap atau api? kukira aku telah gila mendengarnya.

orang-orang bermain api. api menyala-nyala. di mata. matahari menombakkan apinya ke ubun-ubun kepala.

mari menari! bersama burung nazar. berkuik meminta darah.meminta mayat. meminta belatung. tendang bola api keangkasa. biar dimamah segala!

akulah pahlawan! kata seorang gila kepada kawannya yanggila. dia bangun kesiangan. mengucek-ucek matanya. bola api dimakannya. dia tertawa

wahai manusia! wahai manusia! seorang gila menyeru dari atas bukit. tapi tak ada yang mendengarnya. orang-orang merasa bukan manusia.

wahai babi! wahai monyet! wahai anjing! wahai serigala! wahai tikus! orang-orang terperangah mendengar seruan itu. seperti memanggil namanya

manusia tak mau dipanggil manusia, wahai!  jerit seorang gila membawa api di tengah pasar. mau membakar nyeri, katanya.

matahari demikian terik sayang! teriakku. di tengah pasar. tubuhku demam meninggi. menyala api! menyala api!

Bookmark and Share

Article written by

Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973. Buku puisinya: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), dan Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publishing, 2002), Cinta, Rindu dan Orang-orang Yang Menyimpan Api dalam Kepalanya (UB Press, 2010), BIAR! (Indie Book Corner, 2011), Yang Merindu Yang Mencinta (Nulisbuku, 2012), Derai Hujan Tak Lerai (Nulisbuku, 2012), Kenangan Yang Memburu (Nulisbuku, 2012) Sedangkan antologi puisi bersama rekan-rekan penyair, antara lain: Cermin Retak(Ego, 1993), Tanda (Ego- Indikator, 1995), Kebangkitan Nusantara I (HP3N, 1994), Kebangkitan Nusantara II (HP3N, 1995), Bangkit (HP3N, 1996), Getar (HP3N, 1995 ), Batu Beramal II (HP3N, 1995),Sempalan (FPSM, 1994), Pelataran (FPSM, 1995), Interupsi (1994), Antologi Puisi Indonesia (Angkasa-KSI, 1997), Resonansi Indonesia (KSI, 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa-YMS, 2001), Ini Sirkus Senyum (Komunitas Bumi Manusia, 2002), Hijau Kelon & Puisi 2002 (Penerbit Buku Kompas, 2002). Saat ini mengelola portal seni budaya sastra: fordisastra.com, cybersastra.org dan jendelabudaya.com Email: nanangsuryadi@yahoo.com Situs: http://nanangsuryadi.web.id http://puisi.lecture.ub.ac.id http://nanangsuryadi.com http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply